MENJADI TUA ITU PASTI, DEWASA ITU PILIHAN

Tepat ketika saya berusia 21 tahun beberapa waktu silam, banyak kawan yang memberi ucapan selamat dan ungkapan turut berbahagia dengan moment itu. Saya, dengan usia 21 tahun yang tergolong “DEWASA” untuk golongan usia, merasa perlu berpikir ulang tentang kedewasaan.

Simak cerita seorang mahasiswi dibawah ini, ia seorang mahasiswi di sebuah Perguruan Tinggi di Inggris. Usianya sudah sangat rapuh dan tua untuk menuntut ilmu. Namanya ROSE, usianya 87 tahun. Tapi kegigihannya untuk mencapai dewasa dan mendapat ilmu yang tinggi sangat kuat. Karena ia merasa bahwa kedewasaan itu tidak dapat diukur dengan patokan usia.

 

Dalam suatu acara party club sepakbola, ia diminta untuk berpidato, berikut pidatonya:­________________________________________________________________________________________________

“Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua. Kita menjadi tua karena berhenti bermain. Hanya ada empat rahasia untuk tetap awet muda, tetap menemukan humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya.”

“Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah berubah menjadi dua puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan. Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan.”

“Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan.”

Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi “The Rose”. Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ingatlah, menjadi tua adalah kemestian, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.

Sumber: eramuslim

***
Sediakan waktu untuk beribadah, itulah sumber keyakianan.

Sediakan waktu untuk berpikir, itulah sumber kekuatan.

Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.

Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan kebijaksanaan

Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju kebahagiaan.

Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.

Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.

Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.

Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa.

(Puisi Inggris Kuno)

About these ads

8 comments on “MENJADI TUA ITU PASTI, DEWASA ITU PILIHAN

  1. aslkm…vhe…
    patang cin raso lah ninggaan komen deh..
    kok ndak tampil yo..
    pasti harus di confirm dulu yo..
    mhm..harus dirubah pengaturan komentar nyo ko vhe

  2. Memang tidak semua yang tua itu dewasa. Dikehendaki atau tidak, diarahkan atau tidak, proses penuaan akan tetap berlangsung tapi proses pendewasaan tidak se-alami itu. Dewasa adalah pilihan ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s